A+ A A-

  • Dilihat: 217

TERANG BAGI BANGSA-BANGSA

HARI MINGGU I SESUDAH EPIFANI
Yesaya 49: 1 – 7

"Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."ayat 6

Upaya penyelamatan selalu dilakukan ketika muncul musibah. Tim penyelamat, misalnya segera bekerja mencari dan menemukan korban akibat gempa atau tenggelamnya kapal motor. Saat peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan sejak Februari sampai September 2019, berbagai upaya penyelamatan dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat TNI dan POLRI dan relawan agar warga masyarakat selamat dan dapat beraktivitas kembali dengan normal.

Keselamatan hidup manusia merupakan tujuan kedatangan hamba Tuhan. Keselamatan yang tidak sebatas bangsa Israel, tetapi juga bagi bangsa-bangsa lain. Hamba Tuhan yang lahir dari kandungan perempuan, memiliki tugas menyampaikan kebenaran firman Tuhan bagi banyak orang. Hamba Tuhan bekerja untuk tugas besar yang sudah dirancang bagi masa depan manusia. Dia tidak menggunakan senjata kekerasan, tetapi dengan firman Tuhan sebagai pedang yang tajam (bandingkan Ibrani 4: 12). Karya keselamatan Tuhan menjadi terbuka bagi bangsa-bangsa lain sebab kegagalan bangsa Israel menjadi berkat bagi bangsa lain. Hamba Tuhan diutus menjadi terang bagi semua orang yang tinggal di berbagai tempat, baik di kota-kota besar, pesisir maupun desa-desa terpencil.

Yesus Kristus adalah Hamba Tuhan yang dimaksud Yesaya. Tuhan Yesus adalah terang dunia (Yoh. 8 :12) yang memberikan keselamatan agar manusia keluar dari kegelapan dan hidup dalam terang Tuhan. Pengajaran dan pengorbanan Tuhan Yesus merupakan realisasi dari kasih Allah yang mencari dan menyelamatkan manusia berdosa. Kita bersyukur atas karya keselamatan yang sudah Tuhan Yesus berikan. Adalah tugas kita menjadi terang bagi lingkungan sekitar dan dalam persekutuan kita. Terang yang memimpin kita untuk berbuat benar dan jadi berkat bagi banyak orang tanpa terkecuali.

Sesuai dengan surat Pemberitahuan MS GPIB no. 9708/VII-20/MS.XX tanggal 13 Juli 2020 dan keputusan Sidang Majelis Jemaat tanggal 31 Juli 2020 Ibadah Hari Minggu akan kembali dimulai secara daring/online pada 2 Agustus 2020 dan seterusnya, sampai ada pemberitahuan selanjutnya.