A+ A A-

  • Dilihat: 49

Mensyukuri Penyertaan Allah

HARI MINGGU SESUDAH NATAL
Yesaya 52 : 1 – 2

" Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus! Sebab tidak seorangpun yang tak bersunat atau yang najis akan masuk lagi ke dalammu."ayat 1

Bacaan ini berbicara tentang pengharapan di tengah penderitaan. Ketidaksetiaan umat kepada TUHAN dan perlawanannya terhadap Babel mengakibatkan mereka terbelenggu sebagai tawanan. Yesaya diutus ALLAH untuk memberitakan pengharapan bahwa pertolongan TUHAN pasti akan datang. Oleh karena itu, umat harus siuman, tidak boleh tenggelam di dalam keputusasaan dan bangun dari ketidakberdayaan. Mereka dapat mengebaskan debu penderitaan dan menanggalkan belenggu yang mencekik leher mereka. Mengapa? Oleh karena kekuatan yang mereka miliki adalah kekuatan TUHAN. Umat mendapatkan kemerdekaan dari TUHAN sehingga mereka dapat mengenakan pakaian orang kuat, pakaian orang terhormat dan tampil sebagai orang yang tidak berstatus sebagai budak. Dalam pakaian kekuatan dan kehormatan, Yerusalem akan dipulihkan dan memperlihatkan dirinya sebagai kota keselamatan yang tidak akan diporak-porandakan lagi. Yerusalem tidak akan diduduki lagi. Yesaya melihat bahwa akan datang Hamba TUHAN (psl.49 dan 53). Hamba TUHAN itu diwakili oleh Koresh, raja Persia (psl.45). Namun lebih jauh lagi Hamba TUHAN itu terwujud di dalam Mesias yang dinantikan Israel yang kemudian digenapi di dalam Diri Yesus. Pengharapan inilah yang mendorong umat untuk bertobat dan kemudian bersyukur.

Pertobatan dan ucapan syukur adalah perwujudan kehidupan umat yang memiliki pengharapan dan menantikan penggenapan janji TUHAN. Di penghujung tahun 2019 ini, Natal memberikan kepastian bahwa TUHAN hadir dan mengambil bagian di dalam kehidupan dan perjuangan kita. Sebab itu, kita tidak hanya mensyukuri Tahun Baru yang diberikan TUHAN tetapi juga menyongsong masa depan dengan pertobatan. Segala sesuatu yang tidak berkenan kepada TUHAN di tahun 2019, kita tinggalkan supaya kita memasuki Tahun Baru 2020 dalam tuntunan Terang TUHAN yaitu Yesus Kristus, Bintang Betlehem itu.