A+ A A-

  • Dilihat: 34

Memurnikan dan Membawa Sejahtera

HARI MINGGU ADVEN I
Maleakhi 3: 1 – 5

Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.ayat 3

Dalam setiap kunjungan pemimpin pusat ke daerah-daerah pastilah akan disambut dengan sebaik-baiknya, bahkan dipersiapkan tempat-tempat yang akan dikunjungi dengan segala cara supaya terlihat indah dan bersih. Setelah kunjungan selesai, tempat-tempat itu kembali kumuh dan jorok. Demikianlah apabila kunjungan kerja yang dilakukan diketahui sebelumnya. Lain halnya bila kunjungan yang dilakukan secara mendadak, maka akan kelihatan bagaimana keadaan aslinya yang jorok dan kumuh.

Demikianlah kita memahami nubuat Maleakhi ini, di satu sisi menggambarkan situasi kerinduan akan kehadiran Juru Selamat, yaitu Allah yang menyelamatkan, memuncak di tengah pergulatan penderitaan. Harapan itu sedemikian besar dan membuat banyak yang berputus-asa dan ragu. Pada sisi lain, ada orang yang tidak masalah dengan segala kejahatan dan dosanya, sebab Tuhan tidak bertindak apa-apa. Kata mereka, “Di manakah Allah yang menghukum?” (ay.2:17). Sikap menantang ini langsung dijawab: “Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke baitNya. Oleh karena itu, kedatangan Tuhan akan menjadi kejutan besar dalam hidup mereka. Tuhan akan datang untuk menyucikan kehidupan umat yang sudah bobrok oleh dosa, tidak seorang pun akan luput dari pemurnian ini. Dalam kehadiranNya yang memurnikan, tetapi sekaligus juga membawa damai sejahtera.

Dalam kehadiranNya untuk memurnikan dan membawa damai sejahtera itu, nyata melalui kedatangan Yesus Kristus yang hendak kita hayati kembali pada Minggu Adven ini. Maka diharapkan bagaimana kita meresponnya dengan membuka diri dan hati kita untuk diproses dan dimurnikan. Khususnya dalam memperingati hari AIDS, kita juga diajak untuk melihat bagaimana dampak dari penyakit yang mematikan ini, sehingga membuat kita dapat menjaga prilaku yang baik dan berkenan kepadaNya. Kita juga diajak untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dengan menjadikan momentum adven sebagai pembaruan tekad untuk sungguh-sungguh menerima Yesus dalam hidup kita yang mau menyucikan dan menyatakan damai sejahtera.