A+ A A-

  • Dilihat: 35

Hidup Dalam Perbedaan Generasi

HARI MINGGU XXII SESUDAH PENTAKOSTA
Rut 1: 1 – 18

Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;ayat 16

Pada pasal 4: 18–22 dalam Kitab Rut, tertulis tentang silsilah Daud, raja Israel yang menjadi tokoh utama kitab 1-2 Samuel dan 1-2 Raja-Raja. Nenek Daud dari ayahnya adalah Rut, seorang perempuan Moab. Kitab Rut ini mempunyai makna penting bagi orang-orang Yahudi di kemudian hari, sebab, setelah keruntuhan Bait Allah yang kedua pada tahun 70 Masehi, kitab ini dibacakan setiap Hari Raya Pentakosta Yahudi.

Tokoh utama kitab ini adalah Rut. Saat yang menentukan bagi Rut ialah ketika mengikuti Naomi kembali ke Betlehem setelah Naomi ditinggal mati suaminya dan kedua putranya. Naomi tidak lagi mempunyai suami, anak-anak, dan harta benda, yang ada hanya dirinya dan imannya. Kendati begitu Rut berikrar untuk tetap bersama Naomi, suatu ikrar yang menyentuh hati serta mengungkapkan kesungguhan kasihnya kepada Naomi dan keteguhan imannya kepada Tuhan. Kepada Naomi, Rut berkata: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau: sebab kemana engkau pergi, kesitu jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku: di mana engkau mati, aku pun mati di sana…Begitulah kiranya Tuhan menghukum aku, bahkan lebih lagi daripada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain daripada maut” (ay.16-17).

Rut mengikuti Naomi ke Betlehem, jadi ia meninggalkan sanak saudaranya, negerinya, bangsanya, dan allahnya, yang lebih menjanjikan bagi masa depannya. Suatu keputusan iman yang berani. Dengan berpaut kepada Naomi, ia sepenuhnya mempercayakan dirinya kepada Tuhan. Sebagai generasi penerus dalam keluarga Elimelek-Naomi, Rut mewarisi dan mempraktekkan iman dari keluarga suaminya. Keluarga beriman menjadi "tanah subur" bagi pertumbuhan iman anak-anak, generasi penerus, dan iman itu akan teruji kematangannya justru saat menghadapi tantangan dan penderitaan.