A+ A A-

  • Dilihat: 21

Kuat Melawan Godaan

HARI MINGGU XXI SESUDAH PENTAKOSTA
2 Samuel 11: 1 – 4

Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.ayat 2

Siapa yang tidak mengenal Daud? Dia adalah sosok yang hampir sempurna. Ia pemberani, berparas elok, dan sangat percaya kepada kuasa Tuhan (psl.17: 28, 42, 45-47). Selain itu, dia ditentukan Tuhan menjadi raja atas Israel.

Namun sayangnya, Daud kemudian jatuh dalam dosa. Apakah yang menyebabkan kejatuhannya? Bukankah sosok yang mendekati sempurna itu akan tahan terhadap godaan apapun? Kejatuhan Daud bukan karena dia kalah berperang melawan bangsa-bangsa yang menjadi musuh Israel, atau tidak dapat mengatur strategi perang. Daud justru kalah berperang melawan dirinya sendiri. Ia kalah berperang melawan keinginan kedagingannya. Ia tidak dapat membendung hasrat terhadap seorang perempuan yang sudah bersuami. Perempuan itu bernama Batsyeba, istri Uria, pahlawannya sendiri.

Saudaraku, jika seseorang sudah dikuasai keinginan melakukan perbuatan daging, seperti yang dinyatakan dalam surat Galatia 5 : 19 – 21, maka otak tidak lagi berfungsi dengan baik untuk berpikir dan mata hati tidak dapat melihat dengan jelas. Ia dapat melakukan hal tercela dan keji di mata Tuhan, serta tidak peka lagi menanggapi sinyal dari Tuhan. Baginya yang penting hasratnya terpenuhi. Contohnya Daud. Oleh karena keinginan diri yang tidak dapat dibendung, dia menjadi tergoda dan jatuh dalam dosa. Dia melakukan persetubuhan atau berzinah dengan istri orang lain.

Saudaraku, ketika kita lemah berhadapan dengan godaan dan jatuh ke dalam dosa, mari segera sadar dan mohon pengampunan Tuhan. Mintalah pertolongan Tuhan untuk dikuatkan kembali dalam melawan godaan. Jangan demi memenuhi hawa nafsu dosa, kita memakai relasi kuasa untuk melecehkan seseorang, bahkan merusak masa depan sebuah keluarga dan relasi kudus dengan Tuhan maupun sesama.