A+ A A-

  • Dilihat: 53

Melakukan Yang Baik Sebagai Dasar Berkeluarga

HARI MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA
1 Petrus 3 : 1 – 7

sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.ayat 6

Setiap keluarga selalu memiliki keinginan bisa membahagiakan anggota-anggota keluarganya. Bahkan kadang kita membaca atau mendengar bahwa orang rela melakukan hal-hal seperti korupsi atau melawan hukum juga dengan tujuan membahagiakan keluarganya. Orang tua ingin membahagiakan anak-anaknya dengan melakukan atau memberikan apa yang mereka inginkan, begitu pula anak kepada orang tua. Namun, kadang anak maupun orang tua bisa salah dalam menanggapi kebaikan yang mereka terima. Agar kita tidak salah dalam berbuat baik kepada orang lain, mari kita belajar dari firman Tuhan hari ini.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita bahwa hal utama yang harus ada dalam keluarga berkaitan dengan kebaikan adalah keteladanan melalui cara hidup saleh dan bijaksana dari orang tua (ay.1,7). Cara hidup ini ditunjukkan melalui sikap saling menghormati antara ayah dan ibu. Cara hidup orangtua yang saling menghormati ini akan menjadi contoh bagi anak-anak untuk belajar saling menghormati. Orangtua harus mengajarkan anak-anakNya bahwa penampilan fisik dan memiliki kekayaan tidak menentukan apakah seseorang akan dihormati atau tidak (ay.3). Dengan begitu anak belajar untuk tidak dihormati orang lain hanya karena kekayaan atau penampilan fisik dirinya. Dengan melakukan apa yang baik bagi orang lain sesuai kehendak Tuhan (ay.1, 4-6), orang tua mengajarkan anaknya apa arti berbuat baik yang sebenarnya.

Biarkanlah keluarga-keluarga Kristen bertumbuh dalam berbuat baik dan menjadikannya sebagai dasar hidup berkeluarga. Pengalaman berbuat baik dalam keluarga inilah yang biasanya memampukan setiap anggota keluarga untuk berbuat baik juga di luar keluarga.