A+ A A-

  • Dilihat: 85

Citra Manusia Merdeka

HARI MINGGU VIII SESUDAH PENTAKOSTA
Galatia 5: 1 – 12

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.ayat 1

Hidup sebagai orang terjajah, baik oleh sesama yang lebih kuat dan berkuasa dari kita, maupun oleh suatu sistem hukum atau aturan yang diskriminatif, tentu tidak menyenangkan. Kebebasan kita dikekang dan dipasung; privasi kita diterobos dan dilanggar, sehingga hilang identitas sebagai manusia yang berharga.

Sebagai bangsa, kita punya pengalaman pahit akibat dijajah oleh bangsa lain. Sumber daya negeri dijarah; harkat dan martabat manusiawi direndahkan; dihargai murah. Keadaan tersebut membuat setiap warga bangsa sadar dan ingin bangkit, bersatu dan berjuang melawan dan mengusir penjajah sehingga akhirnya menang. Kita telah merdeka sampai kini dan akan berusia kemerdekaan ke-74 tahun. Pemerintah bersama seluruh rakyat terus membangun dan menata kehidupan bangsa guna mengangkat dan memulihkan harkat dan martabat sebagai bangsa besar. Oleh karena itu, setiap bentuk penjajahan apa pun-baik ekonomi, politik, ideologi agama-mesti dihapuskan. Seluruh warga bangsa harus bersatu untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan sejati.

Rasul Paulus berjuang melawan orang-orang yang menggugat kerasulannya, dan mengajak warga jemaat Galatia untuk wajib melakukan hukum Taurat, khusus sunat. Paulus menjawab bahwa Yesus Kristus sudah memerdekakan kita dari hukum dosa dan maut, melalui pengorbananNya di salib. Hal tersebut tidak bisa dicapai dengan melakukan hukum Taurat. Darah Kristus telah tertumpah untuk menyempurnakan/membaharui perjanjian Allah dengan Abraham dan keturunannya melalui sunat. Sehingga keturunan Abraham bukan lagi secara lahiriah, yakni orang Yahudi, melainkan secara batin, rohani, yakni semua orang yang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus. Orang yang telah menanggalkan manusia lama dan keinginan daging untuk mengenakan manusia baru.

Kini kita hidup dalam keselamatan dan kemerdekaan. Itu adalah kasih karunia. Sebagai manusia merdeka, marilah kita ekspresikan citra diri sebagai manusia merdeka dan beriman kepada Yesus Kristus melalui perbuatan kasih; perbuatan baik dan berguna, adil dan benar kepada semua orang – lintas suku, agama, ras dan golongan untuk menjaga kemerdekaan dan melawan penjajahan.