A+ A A-

  • Dilihat: 44

Pelayan Allah

HARI MINGGU VI SESUDAH PENTAKOSTA
2 Korintus 6: 1 – 10

"Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela."ayat 3

Pekerjaan pelayanan dan pemberitaan Injil menuntut setiap orang untuk terlibat penuh; kecil, besar, tua, muda, miskin, kaya; warga jemaat atau pelayan yang diteguhkan. Setiap orang dipanggil untuk sedia memikul tanggung-jawab dengan rela dan tulus hati. Siap melayani Allah melalui persekutuan jemaat, juga sesama di dalam masyarakat. Melayani sebagai pelayan Allah; bukan pelayan manusia. Melayani sesuai kasih karunia Allah dan meneladani Kristus, serta siap menghadapi berbagai resiko dalam pelayanan. Sehingga jemaat tidak bercela dan tetap terpelihara imannya kepada Yesus Kristus. Sebab ada banyak pengajar yang berusaha mengacaukan dan jemaat agar meninggalkan imannya kepada Tuhan Yesus

Situasi jemaat Korintus mulai berubah dengan kehadiran para pengajar lain di tengah jemaat. Kredibilitas pelayanan Paulus mulai dipertanyakan. Paulus menasihati jemaat agar tidak membuat sia-sia kasih karunia Allah yang telah diterima, yakni keselamatan. Ia juga berusaha menyampaikan segala hal tentang dirinya kepada jemaat.

Bahwa ia adalah pelayan Allah dalam segala hal, baik senang, terlebih susah. Sebagai pelayan Allah ia memiliki karakter, perilaku dan nilai spiritualitas yang berbeda dari pelayan-pelayan lainnya. (ay.4-10), Paulus tidak ingin menjadi batu sandungan bagi jemaat, dan tidak ingin pelayanannya dicela. Di hari bersyukur HUT Pelayanan Kategorial Gerakan Pemuda (Pelkat GP), seluruh pengurus dan anggota Gerakan Pemuda hendaklah belajar dari keteladanan Paulus. Memiliki nilai, karakter dan spriritualitas yang berbeda dari orang muda umumnya. Dengan demikian, kehadiran dan perilaku hidup seluruh warga muda GPIB di mana pun tidak akan menjadi batu sandungan kepada siapa pun dan dalam situasi apa pun. Juga tidak ada orang yang akan mencela pelayanan warga muda GPIB, karena mereka bukan pelayan manusia, yang menyenangkan hati manusia; tetapi pelayan Allah yang menyenangkan hati Allah.