A+ A A-

MAKNA TRANSFIGURASI YESUS

Minggu Epifani IX
Bacaan Alkitab: Lukas 9 : 28 - 33

Bacaan hari ini mengisahkan peristiwa transfigurasi atau perubahan wajah Yesus ketika Ia dengan ketiga murid-Nya (Petrus, Yohanes dan Yakobus) berada di atas sebuah gunung (mungkin gunung Tabor atau Hermon?) untuk berdoa. Hal yang menarik dari kisah ini adalah ketiga kitab injil Sinoptik membicarakan peristiwa transfigurasi wajah Yesus dan ditempatkan pada alur cerita yang sama yaitu setelah: pengakuan Petrus; Yesus memberitahukan untuk pertama kali tentang kesengsaraan-Nya; ucapan Yesus tentang pengikut-Nya; dan ucapan Yesus tentang parusia (‘parusia’, lih. Mat. 16:28; Mrk. 9:1; Luk. 9:27).

Berdasarkan alur tersebut, jelaslah bahwa kisah ini merupakan pertanda Yesus akan menjalani satu babak baru dalam pelaksanaan misi-Nya, sesuai kehendak Allah. Lukas mengungkapkan penampakan dua orang tokoh Perjanjian Lama yang setia dan taat kepada Tuhan dan berjuang demi umat yang mereka bimbing, yaitu: Musa dan Elia. Kedua tokoh ini menjadi utusan sorga untuk berbicara kepada Yesus tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi di Yerusalem (ay. 31) demi menebus dosa manusia.

Dalam peristiwa ini dilibatkan tiga murid pilihan. Mengapa? Sebab sesungguhnya dengan cara unik Allah ingin mempersiapkan mereka pada kesengsaraan yang akan mereka tanggung sebagai murid Yesus dan sekaligus memampukan mereka siap menempuh jalan derita serupa Sang Guru di kemudian hari.

Saudaraku, sebentar lagi kita memasuki minggu prapaskah, inilah kesempatan untuk merenungkan arti perjalanan hidup kita. Kiranya dalam pergumulan dan perjuangan hidup ini, kita tetap mampu terus menatap kepada kemuliaan Yesus. Ia telah mengalahkan dunia, berarti kita pun sebagai pengikut-Nya, harus mampu mengalahkan dunia dalam kekuatan kasih karunia-Nya.