A+ A A-

  • Dilihat: 26

Yesus: Damai Sejahtera

HARI MINGGU II SESUDAH PASKAH
Yohanes 14: 27–31

"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."ayat 27

Hidup kita terasa jauh dari sejahtera, saat seseorang yang kita cintai meninggal. Terlalu banyak hal yang harus dikerjakan dan diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Penolakan rekan kerja atau seorang sahabat atas perbuatan kita. Kesehatan yang semakin memburuk. Di tengah kekacauan hidup, dunia menawarkan buku-buku yang penuh dengan nasihat tentang bagaimana cara memperoleh kebahagiaan. Obat-obat dan minuman keras yang menjanjikan cara menghilangkan kepedihan. Uang menjanjikan kemampuan untuk membeli barang-barang yang membuat bahagia dan sejahtera. Film-film yang menceritakan tentang kebutuhan akan cinta yang lebih baik. Apakah tawar-tawaran tersebut dapat menolong memperoleh damai sejahtera dalam hidup ini?

Kita boleh saja mencoba segala solusi yang ditawarkan dunia kepada kita. Namun, kita masih juga belum memiliki damai sejahtera di dalam hidup kita. Damai sejahtera tidak berasal dari dunia atau diri sendiri. Damai sejahtera berasal dari Allah. Damai sejahtera yang Allah berikan sama seperti damai sejahtera yang diberikan-Nya kepada Yesus. Meskipun Yesus berada dalam siksaan, hinaan, caci maki, cemooh, di cari-cari kesalahannya oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Bahkan ketika Ia berada di kayu salib, Ia tetap merasakan damai sejahtera. Damai sejahtera ada dalam jiwa Yesus. Bahkan Yesus bersabda kepada kita: “Damai sejahtera Ku-tinggalkan bagimu, damai sejahtera-Ku Ku-berikan kepadamu”.

Saudara, yakinlah bahwa damai sejahtera ditemukan dalam pribadi yang bernama Yesus. Damai sejahtera itu ada di dalam jiwa kita. Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil, mencuri atau pun menyentuhnya. Jika saudara mencari damai sejahtera, datanglah pada Yesus. Ia akan memberikan damai sejahtera yang tak akan pernah dapat direbut atau direnggut.