A+ A A-

  • Dilihat: 59

Salibkan Egomu!

JUMAT AGUNG
Markus 15: 20b-32

Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya.ayat 27

Banyak orang Kristen bangga menggunakan gelang salib, kalung salib, bros salib ataupun aksesoris salib lainnya. Seakan salib menjadi sebuah kebanggaan diri dan bukan sebagai penghayatan hidup mereka yang percaya kepada Yesus

Peristiwa penyaliban Yesus diceritakan oleh Markus diawali cerita pemaksaan atas Simon dari Kirene untuk memikul salib Yesus. Sebelum diolok-olok, Yesus disesah. Kebencian orang-orang Yahudi kepada Yesus nampak dalam peristiwa ini. Para serdadu Romawi hanya menjalankan tugas mereka untuk menyalibkan Yesus dan tanpa kebencian. Olok-olok yang dilakukan oleh kaum Yahudi dan serdadu Romawi di bukit Golgota. Yesus menolak meminum anggur pembius untuk menghilangkan rasa sakit. Ini berarti bahwa Yesus bersedia mengalami kematian yang pahit dalam rasa sakit dan penderitaan yang luar biasa. Para pemimpin Yahudi melontarkan tantangan terakhir kepada Yesus, "Turunlah dari salib, maka kami akan percaya pada-Mu". Yesus disalib di antara dua penyamun yang merupakan gambaran bahwa hidup-Nya didampingi oleh orang-orang berdosa yang juga mencela-Nya. Markus memaparkan tentang kesediaan Yesus disalib merupakan sebuah pemberitahuan tentang kasih Allah kepada manusia. Kasih yang tak terbatas. Jika Yesus menolak disalibkan dan Ia turun dari salib, maka itu berarti bahwa kasih Allah terbatas. Yesus bersedia menjalani kematian-Nya di kayu salib dan itu berarti bahwa kasih Allah tidak terbatas. Kasih berarti siap menderita bagi manusia. Siap meninggalkan ego bagi kebaikan banyak orang

Bersyukurlah untuk kesediaan Yesus yang mati demi menyatakan cinta kasih Allah kepada dunia. Berbahagialah kita selamanya sebab kasih Yesus yang tidak terbatas dalam kesediaan-Nya menderita di kayu salib dan mendatangkan keselamatan bagi manusia. Mari salibkan ego kita agar pengorbanan Kristus dapat dihayati dalam perjalanan hidup ini.