A+ A A-

  • Dilihat: 58

Pendamai Yang Setia Beribadah

HARI MINGGU II PRAPASKAH
1 Raja-Raja 8: 62-66

"Lalu raja bersama-sama segenap Israel mempersembahkan korban."ayat 62

Salah satu ciri pendamai adalah setia beribadah kepada Tuhan. Kesetiaan itu mewujud dalam sikap rela untuk mempersembahkan segala sesuatu yang terbaik kepada Tuhan. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Salomo (Ibrani, damai sejahtera) atau yang disebut juga Yedija (Ibrani, kekasih Tuhan, 2 Sam.12:25) diceritakan menunjukkan kesetiaannya kepada Tuhan dengan mempersembahkan korban sembelihan, korban bakaran, korban sajian, dan segala lemak korban keselamatan. Tidak hanya itu, ia juga mengadakan perayaan besar selama tujuh hari lamanya bersama umat Israel di wilayah kerajaannya.

Semua itu Salomo lakukan dalam rangka bersyukur kepada Tuhan yang berkenan hadir di tengah-tengah umatNya yakni di dalam Bait Suci yang telah didirikannya di Yerusalem. Salomo lemah dan berdosa, meskipun pembangunannya dilakukan sesuai dengan petunjuk-petunjuk Tuhan. Karena itu bangunan tersebut haruslah ditahbiskan sehingga jadi tempat yang kudus dan layak untuk beribadah kepada Tuhan.

Sikap Salomo ini patut diteladani. Ia tidak mencuri kemuliaan Tuhan dengan memegahkan diri. Pembangunan Bait Suci adalah tugas mulia yang harus dikerjakan dengan seganap hati dan hanya untuk kemuliaan Allah. Tidak heran jika ia mempersembahkan yang terbaik secara kuantitas dan kualitas.

Marilah kita setia beribadah kepada Allah! Bukan hanya mempersembahkan harta dan benda, potensi dan talenta, melainkan juga tubuh serta seluruh karya kita kepadaNya. Serahkanlah semua itu untuk ditahbiskan menjadi persembahan yang hidup, kudus dan berguna di tengah dunia untuk menyaksikan kasih dan damai Allah. Tuhan memampukan kita.