A+ A A-

  • Dilihat: 51

Takut Kepada Tuhan

HARI MINGGU IV SESUDAH EPIFANIA
1 Samuel 26: 1-16

Tetapi kata Daud kepada Abisai: "Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?"ayat 9

Sikap takut kepada Tuhan dapat menolong seseorang tetap berbuat baik, walaupun memiliki kesempatan berbuat jahat. Raja Saul merasa bahwa Daud sebagai saingan dan lawan yang harus dikalahkan. Raja Saul mengejar Daud ke padang gurun Zif dengan tiga ribu orang Israel terpilih. Raja Saul tidak menemukan Daud yang bersembunyi di padang gurun. Sebaliknya Daud tidak berani untuk membunuh raja Saul walaupun mendapatkan kesempatan.

Daud memiliki kesempatan besar membunuh raja Saul, ketika ia tertidur di tengah-tengah perkemahan, tetapi Daud tidak mempergunakan kesempatan tersebut. Daud pun melarang keras Abisai yang berkeinginan membunuh raja Saul dengan menancapkan tombak. Tindakan Daud didasari oleh pemahaman bahwa raja Saul adalah orang yang diurapi oleh Tuhan, sehingga tidak boleh dijamah. Daud takut kepada Tuhan. Pada masa sekarang, manusia berharap dapat mewujudkan keinginan secara mudah melalui kesempatan yang ditawarkan cepat kaya dengan cara korupsi, mendapatkan nilai yang bagus dengan cara menyontek, lulus dengan menyogok, mengikuti gaya hidup yang terlihat gaul, walau bertentangan dengan firman Tuhan. Untuk itu, sangat penting menumbuh-kembangkan sikap takut kepada Tuhan dalam kehidupan pribadi dan keluarga. Tuhan ditempatkan pada posisi penting dalam kehidupan dengan selalu mengingat akan firman-Nya. Takut kepada Tuhan menjadi pagar yang melindungi diri dari berbagai godaan dan kejahatan yang menghancurkan diri, serta berusaha tetap berbuat baik.

Tanda syukur kepada Tuhan atas HUT ke 36 Pelkat PT GPIB, jangan hanya dinyatakan dalam bentuk perayaan yang bersifat sementara, melainkan juga dalam sikap dan karakter yang takut kepada Tuhan. Takut kepada Tuhan menjadi nafas hidup kita, menjadi roh atau jiwa hidup kita.