A+ A A-

  • Dilihat: 45

Rela Bagi Sesama

MINGGU XXIV SESUDAH PENTAKOSTA
Filipi 2: 1–11

”...janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri" ayat 4

Memperhatikan dan peduli sesama merupakan perbuatan langka untuk saat ini. Mengapa? Karena setiap orang hanya sibuk dengan urusan dan kepentingan masing-masing. Rasa untuk memberi perhatian dan peduli terhadap sesama sudah hilang. Walaupun masih ada orang yang masih peduli, namun jumlahnya tidak banyak. Sesungguhnya, peduli sesama tidak pada satu moment atau kegiatan tertentu, tetapi pada setiap waktu dan kesempatan.

Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Filipi agar meneladani Yesus dalam kehidupan mereka. Kepedulian Yesus mencari jiwa-jiwa yang hilang, berdosa dan tersisih bukanlah kegiatan sesaat. Yesus sungguh melakukannya dengan penuh cinta kasih kepada umatNya. KehadiranNya bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.

Yesus tidak menganggap diriNya setara dengan Allah, namun telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia-bahkan taat sampai mati (ay.6-8). Memang sulit bagi kita untuk “turun” dalam ke-status-an diri kita. Seakan-akan harga diri jatuh dan sulit menjadi sama dengan orang yang lebih rendah. Semuanya dikarenakan kita masih mementingkan diri bagi kesenangan dan kepentingan sendiri tanpa peduli sesama. Untuk itu harus ada kerelaan. Kerelaan untuk “turun” sama seperti sesama; “Turun” menggapai dan merangkul; “Turun” untuk bertindak. Kerelaan “turun” meninggalkan segala yang ada dalam diri dengan berbagi atas apa yang dimiliki. Dengan demikian tidak ada lagi perbedaan. Perbedaan yang membuat satu dengan yang lain terpisah atau memiliki jarak.

Mari di pagi ini kita memulainya dengan menjadikan sesama bagian dari diri kita. Menghadirkan orang lain dalam hidup yang membuat kita semakin hidup dalam dunia ini dengan berbagi dan menerima apa adanya. Selamat Rala Bagi Sesama.

 

R.F.P/af