A+ A A-

  • Dilihat: 133

Menolak Panggilan Tuhan? Mengerikan!

MINGGU III SESUDAH EPIFANI
Yeremia 1: 1-10

Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. ayat 7

Hidup manusia seperti bahtera yang sarat penumpang berlayar dalam samudera Iuas. Pelayaran yang awalnya menyenangkan bagi semua awak dan penumpangnya. Penuh damai dan ketenangan. Harapan besar tiba selamat di tujuan. Tetapi tiba-tiba datang gelombang besar dan dahsyat menghempas dan mengombang-ambingkan bahtera sehingga semua orang terancam binasa.orang mengira bahwa hidup beriman kepada Tuhan adalah urusan pribadi yang tidak punya kaitan dengan orang lain. Percaya kepada Tuhan memang pertama-tama harus tampak dalam kehidupan pribadi, di saat suka rnaupun duka; juga dalam rnerencanakan dan menjaiankan kehidupan serta pengambilan keputusan. Tapi percaya kepada Tuhan juga ikut rnembentuk sikap dan karakter kehidupan pribadi yang berkualitas yang akan memperkaya kehidupan bersama dengan orang lain.

Umat Israel yang ditawan di pembuangan, bagaikan bahtera yang sedang terhempas gelombang dan badai ganas. TUHAN murka karena para pemimpin dan umat Israel berlaku tidak setia kepada-Nya.  Pada zaman raja Yosia, Israel telah meninggalkan berhaIa-berhala. Tetapi pada zaman raja Zedekia, mereka kembali dalam penyembahan berhala, sehingga Tuhan membiarkan mereka ditawan bangsa asing.

Dalam perubahan sikap dan perilaku para pemimpin dan umat Israel yang mengabaikan TUHAN, TUHAN memanggil, menetapkan dan menguduskan Yeremia manjadi nabi bagi bangsa-bangsa. (ay 5). Yeremia ragu karena dia rnerasa masih muda dan tidak pandai bicara (ay.6) berhadapan dengan para pemimpin dan umat yang kepala batu. Tuhan sangat membutuhkan Yeremia sabagai alat-Nya untuk menyadarkan umat Israel. Oleh karena itu, Ia meyakinkan, menguatkan dan memperlengkapi Yeremia. Tangan-Nya rnenjamah mulut Yeremia dan menaruh perkataan-Nya di dalam mulut Yeremia. Inilah cara Tuhan mengurapi dan mengangkat Yeramia sebagai orang yang dipanggil dan diutus-Nya. Tugas Yeremia harus menyampaikan firman Tuhan, sepahit atau sekeras bagaimana pun ke telinga umat Israel.

Tuhan memanggil dan mengutus kita untuk menjadi penguat bagi sesama yang menderita yang hilang harapan dan hilang percayanya kepada TUHAN. Mungkin saja kita merasa kecil atau merasa masih  sangat muda, merasa belum mampu dan tidak layak. Tapi kalau TUHAN berketetapan  memanggil  seseorang, maka  Dia  sendiri  akan  memperlengkapi  orang itu menjadi  alat-Nya  yang  luar  biasa.  TUHAN  bisa  memilih  seseorang  untuk  dipakai-Nya,  dan kita tidak dapat menolak dengan memakai alasan apapun juga.