A+ A A-

  • Dilihat: 164

Taat Dan Setia, Buah Dari Iman

HARI 11 SESUDAH NATAL
Lukas 2: 21-40

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan la diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sabelurn Ia dikandung ibu-Nya. ayat 21

Banyak orang mengira bahwa hidup beriman kepada Tuhan adalah urusan pribadi yang tidak punya kaitan dengan orang lain. Percaya kepada Tuhan memang pertama-tama harus tampak dalam kehidupan pribadi, di saat suka rnaupun duka; juga dalam rnerencanakan dan menjaiankan kehidupan serta pengambilan keputusan. Tapi percaya kepada Tuhan juga ikut rnembentuk sikap dan karakter kehidupan pribadi yang berkualitas yang akan memperkaya kehidupan bersama dengan orang lain.

Empat tokoh yang dikisahkan Lukas dalam perikop hari ini menunjukkan kehidupan yang dibangun atas dasar iman sehingga membuahkan ketaatan, kesabaran dan kesetiaan.Dikisahkan bahwa sesudah pemberian nama Yesus dan penyunatan-Nya di hari kedelapan, sesuai ketentuan hukum Taurat, Maria dan Yusuf membawa Yesus ke Bait Suci untuk dlkuduskan bagi Allah disertai presentasi sesuai ketentuan. Inilah bentuk ketaatan Maria dan Yusuf. Tokoh ketiga adalah Simeon, seorang yang benar dan saleh. Dengan sabar dan taat, ia menanti penggenapan janji Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum meiihal Mesias. Tokoh keempat adalah Hana, seorang nabi dan janda berusia 84 tahun. Hari-hari kehidupannya dihabiskan di Bait Suci dan dipenuhi kegiatan menjalin keakraban dengan Allah melalui ibadah. puasa dan doa.

Iman percaya keempat tokoh tersebul membuahkan ketaatan, kesabaran dan kesetiaan yang membuat mereka pribadi berkualitas. Mereka juga diperlengkapi untuk mampu berkarya bagi sesama. Maria dan Yusuf semakin mamperoleh pemahaman tentang Yesus yang bertumbuh dalam keluarga mereka. Simeon memnperoieh damai sejahtera karena melihat keamanan sampai ia siap menghadapi akhir kehidupan. la bahkan mampu memberi pencerahan dan memberkati Maria dan Yusuf. Sedangkan Hana memperoleh kemampuan bersyukur serta bersaksi tentang Yesus. Kita sudah mengakhiri perjalanan hidup di tahun 2016. Dihari kedelapan sesudah merayakan Yesus Iahir. marilah kita juga sunat hati dan manusia lama kita serta miliki kuaiitas hidup yang taat, sabar dan setia. Selamat Tahun Baru 2017!