A+ A A-

  • Dilihat: 171

Yesus, Bintang Penuntun Jalan Hidup

HARI NATAL
Matius 2: 1 - 6

...datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia” ayat 1-2

Orang tua atau para guru di sekolah biasa memotivasi anak-anak dan murid-murid dengan mengatakan ‘gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit’. Maksudnya, supaya rajin belajar sehingga masa depan mereka cerah dan ditinggikan dalam hidup. Sampai sekarang pun kalau pada malam hari kita melihat bintang bertaburan di langit, kita mengatakan bahwa hari esok pasti cerah. Juga kalau anak juara di kelas, kita menyebutnya ‘bintang kelas’; atau pemain bola yang selalu mencetak gol, kita menyebutnya ‘bintang lapangan’. Semua ungkapan ini mau menjelaskan bahwa ‘bintang’ memiliki makna terkait masa depan.

Ketika Yesus dilahirkan oleh Maria di Betlehem, bintang-Nya terbit di Timur. Orang-orang majus, para ahli ilmu perbintangan di Timur yang kaya dan terhormat, ketika melihat bintang itu, meyakini bahwa seorang raja Yahudi telah lahir; raja yang besar dari keturunan Daud. Mereka pun ingin bertemu dan menyembah Yesus. Sehingga bintang yang dilihat dari Timur memimpin mereka sampai di Yerusalem; pusat kekuasaan politik dan agama Yahudi. Para majus dituntun untuk memberitahukan tentang kelahiran Yesus kepada Herodes dan semua pembesar di Yerusalem sekaligus menanyakan tempat kelahirannya. Meskipun Herodes sangat terkejut dan marah, ia tetap memberitahukan tempat Yesus di lahirkan, yaitu di Betlehem.

Hari ini kita merayakan Hari Natal (kelahiran) Yesus. Dia lahir di tengah kekuatan dan kuasa dunia yang berusaha menggelapkan dan melemahkan hidup kita pribadi, keluarga dan persekutuan. Yesus adalah ‘Bintang’ yang menerangi dan menuntun jalan hidup kita menuju masa depan yang pasti cerah. Marilah terima Yesus di hati kita dan serahkan hidup kita dibimbing dan dituntun oleh-Nya serta dapat bersaksi tentang nama-Nya bagi semua orang, termasuk para penguasa.

A.F