A+ A A-

  • Dilihat: 171

Kabarkanlah Berita Damai

MINGGU ADVEN II
Yesaya 52: 1-6

Kebaskanlah debu dari padamu, bangunlah, hai Yerusalem yang tertawan! ayat 2

Lilin Adven II warna ungu menandakan ‘DAMAI’. Kesulitan dan pergumulan yang kita alami di sepanjang kehidupan cenderung membuat pikiran dan hati kita galau, kacau dan gelisah. Kedamaian menjadi sesuatu yang langka. Sebagai pribadi, keluarga, persekutuan dan masyarakat-bangsa, kita berusaha menemukan kedamaian di pikiran, hati, hidup, kerja dan layan kita, tetapi kedamaian terasa makin jauh. Penyebabnya adalah kuasa dan kekuatan dosa yang sangat membelenggu dan mencengkram. Kita berusaha dan bekerja keras dengan kekuatan sendiri agar dapat bebas dari kuasa dan kekuatan-kekuatan tersebut karena ingin segera memperoleh damai dalam hidup. Tetapi nyatanya kita tetap menjadi tawanan, sehingga tidak pernah mendapatkan damai.

Israel menjadi tawanan dari bangsa yang satu kepada bangsa lainnya karena mengabaikan firman dan kehendak Tuhan. Hidup sebagai tawanan membuat umat Tuhan itu tidak pernah merasa damai. Ketika Israel sadar dan bertobat, Tuhan mengutus Yesaya untuk menubuatkan tentang keselamatan yang Tuhan akan karyakan. Tuhan bertindak demikian karena Dia adalah Raja. Sebagai Raja, Tuhan tidak tega melihat umat-Nya terus dirampas. Ia juga tidak sudi nama-Nya terus dihujat oleh penguasa bangsa-bangsa. Dia segera datang. Inilah berita damai, kabar baik, berita selamat yang dibawa oleh para pemberita yang kedatangannya terlihat indah dari puncak bukit-bukit.

Tuhan Yesus adalah Raja Damai. Ia datang untuk membebaskan dan menyelamatkan kita dari kuasa dan kekuatan-kekuatan yang membelenggu dan menawan hidup kita. Tuhan Yesus adalah Raja Damai. Ini adalah berita damai, kabar baik dan berita selamat bagi semua orang yang selama ini berada dalam tawanan. Bersiaplah untuk turut serta dalam keselamatan yang Allah karyakan di dalam Tuhan Yesus. Berita tentang kedatangan-Nya telah terdengar di berbagai tempat. Sambutlah Tuhan Yesus dengan penuh kekudusan dan kebenaran. Dia datang untuk memberikan damai di bumi, damai di hati, damai di dalam hidup kita.

A.F