PPMJ No. 1/PPMJ-EKK/ TAHUN 2004 Tentang Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksian Jemaat.

PERATURAN PELAKSANAAN MAJELIS JEMAAT
GPIB EKKLESIA di DKI JAKARTA
NOMOR: 1/PPMJ-EKK/ TAHUN 2004
TENTANG
PESEKUTUAN, PELAYANAN DAN KESAKSIAN

MAJELIS JEMAAT GPIB EKKLESIA di DKI JAKARTA

MENIMBANG:

  1. bahwa penatalayanan yang terus bertumbuh sebagai Jemaat yang mandiri dalam jajaran GPIB 
    perlu terus untuk dimantapkan dan ditingkatkan;
  2. bahwa untuk lebih memantapkan memantapkan pelayanan Jemaat, serta kelancaran dan ketertiban dalam melaksanakan tugas panggilan dan pengutusan Gereja, khususnya yang berkaitan dengan Sidang, Rapat, dan atau Pertemuan di dalam Jemaat, perlu diatur dalam suatu peraturan;
  3. bahwa untuk itu, dipandang perlu dibentuk Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat yang  mengatur hal tersebut.

MENGINGAT:  Tata Gereja GPIB Tahun 1996

  1. Tata Dasar GPIB Bab II dan Bab III.
  2. Peraturan Pokok Nomor 1.


MEMUTUSKAN

MENETAPKAN:

PERATURAN PELAKSANAAN MAJELIS JEMAAT GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT EKKLESIA di DKI JAKARTA tentang Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksian Jemaat. 

 

BAB I
NAMA, TEMPAT DAN PIMPINAN JEMAAT

Pasal 1
NAMA

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat Jemaat Ekklesia di Daerah Khusus Ibu kota Jakarta disingkat  GPIB Jemaat EKKLESIA DKI JAKARTA adalah bagian yang utuh dari GPIB yang telah dilembagakan oleh Majelis Sinode GPIB dengan Surat Keputusan Majelis Sinode GPIB Nomor : 011/7.1/M.S.X/Kpts tanggal 24 Januari 1971.

Pasal 2
TEMPAT

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat Jemaat Ekklesia di Daerah Khusus Ibu kota Jakarta disingkat  GPIB Jemaat EKKLESIA DKI JAKARTA berkedudukan di Jalan Kalibata Timur I/41, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran,Jakarta Selatan 12740.

Pasal 3
PIMPINAN JEMAAT

  1. Pimpinan Jemaat adalah Majelis Jemaat.
  2. Majelis Jemaat diwakili oleh Ketua dan Sekretaris.
  3. Untuk meningkatkan kelancaran tugas Pimpinan Jemaat, Majelis Jemaat membentuk Badan-badan Pelaksana Kategorial atau disingkat BPK, Komisi, Panitia/Kelompok Kerja sesuai kebutuhan organisasi.

 

BAB II
KEANGGOTAAN

Pasal 4

Anggota Jemaat GPIB Ekklesia di DKI Jakarta adalah mereka yang berdiam/berdomisili di wilayah pelayanan Jemaat GPIB Ekklesia dan tercatat dalam Daftar Anggota Jemaat terdiri dari :

  1. Mereka yang telah mengaku percaya dan diteguhkan menjadi Anggota Sidi Gereja.
  2. Mereka yang telah dibaptis di GPIB.
  3. Mereka yang dilahirkan oleh Anggota Jemaat GPIB.
  4. Mereka yang dibaptis di Gereja  yang se azas dengan GPIB tetapi atas kehendak sendiri atau jika belum dewasa atas persetujuan orang tua atau wali menyatakan diri menjadi warga GPIB.
  5. Mereka yang belum dibaptis tetapi sementara mengikuti katekisasi untuk sidi.
  6. Mereka yang dibaptis oleh Gereja yang tidak se azas, tetapi sedang mengikuti Katekisasi untuk menjadi warga Sidi Jemaat.

Pasal 5
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA JEMAAT

  1. Setiap Anggota Jemaat mempunyai hak:
    1. Memberikan saran untuk peningkatan dayaguna dan hasilguna pelayanan Jemaat melalui Pertemuan Warga Sidi Jemaat, atau bentuk-bentuk pertemuan lainnya yang ditentukan oleh Pimpinan Jemaat.
    2. Memilih dan dipilih sebagai Penatua/Diaken apabila telah Sidi.
    3. Berpartisipasi sebagai anggota Badan Pelaksana/Badan Pembantu Majelis Jemaat.
  2. Setiap Anggota Jemaat mempunyai kewajiban untuk:
    1. Menyelenggarakan Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksian jemaat secara Pribadi, Keluarga, di dalam lingkungan Jemaat maupun masyarakat.
    2. Berperan aktif dalam semua kegiatan kegerejaan yang sesuai dengan Tata Gereja GPIB dan peraturan-peraturan GPIB yang berlaku serta menjaga kemurnian ajaran Gereja.
    3. Memenuhi kebutuhan pembiayaan pelayanan dalam rangka pengembangan kualitas Jemaat yang Misioner.
    4. Menindaklanjuti kebijakan Organisasi GPIB secara konsekwen dan konsisten.

Pasal 6
WILAYAH PELAYANAN

  1. Wilayah pelayanan Jemaat GPIB Ekklesia berada di Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibu kota Jakarta, yang berbatasan dengan Jemaat-Jemaat GPIB lainnya sebagai berikut:
    1. Disebelah Utara       :         Jemaat GPIB Bukit Moria
    2. Disebelah Timur       :         Jemaat GPIB Bethani
    3. Disebelah Selatan    :         Jemaat GPIB Pasar Minggu
    4. Disebelah Barat       :         Jemaat GPIB Effatha
  2. Batas-batas Wilayah Pelayanan Jemaat GPIB Ekklesia DKI Jakarta disepakati secara bersama-sama dengan Jemaat-Jemaat GPIB di lingkungan sekitar dan ditetapkan oleh Majelis Sinode sebagai berikut:
    1. Sebelah Utara: Mulai dari simpang empat Mampang Prapatan ke arah Timur memotong Jalan Gatot Subroto dan seterusnya mengikuti Jalan M.T. Haryono sampai jembatan Kali Ciliwung.
    2. Sebelah Timur: Mulai dari Jalan M.T. Haryono ke arah Selatan menelusuri Kali Ciliwung sampai gang yang menghubungkan Kali Ciliwung-Jalan Pasar Minggu disebelah bengkel Volvo.
    3. Sebelah Selatan: Mulai dari Kali Ciliwung ke arah barat mengikuti gang disebelah selatan bengkel Volvo, memotong jalan Pasar Minggu terus ke arah Barat masuk ke gang Trebor sampai Jalan Siaga Raya.
    4. Sebelah Barat: Mulai dari perpotongan Jalan Siaga Raya ke arah utara mengikuti Jalan Siaga Raya terus masuk jalan Warung Buncit Raya terus ke Jalan Gatot Subroto
  3. Pelayanan Jemaat GPIB Ekklesia, dibagi dalam beberapa SEKTOR PELAYANAN yang terdiri dari Sektor I. Sektor II, Sektor III, Sektor IV, Sektor V dan Sektor VI.
  4. Batas wilayah pelayanan antara Sektor Pelayanan I sampai dengan Sektor VI digambarkan dalam Peta Wilayah Pelayanan Jemaat GPIB Ekklesia DKI Jakarta yang ditetapkan dengan Keputusan Sidang Majelis Jemaat.

 

BAB III
PERSEKUTUAN

Pasal 7
KEBAKTIAN-KEBAKTIAN

  1. Penanggung Jawab Kebaktian:
    1. Majelis Jemaat merupakan penangungjawab semua bentuk dan sifat kebaktian dilaksanakan oleh Gereja.
    2. Setiap Kebaktian yang diadakan di dalam Sektor Pelayanan ditetapkan oleh Majelis Jemaat
    3. Semua Pemimpin Kebaktian di Sektor Pelayanan dan Kebaktian BPK ditetapkan oleh Majelis Jemaat.
  2. Tempat dan Waktu Kebaktian:
    1. Tempat Kebaktian Jemaat adalah gedung gereja atau gedung lain atau rumah-rumah keluarga Jemaat yang ditetapkan oleh Majelis Jemaat sebagai tempat umat berhimpun dan beribadah kepada Allah.
    2. Waktu Ibadah ditetapkan oleh Majelis Jemaat
    3. Jadwal Kebaktian Triwulan untuk:
      - Sektor Pelayanan diatur oleh Koordinator Sekto
      - BPK diatur oleh Pengurus BP
      - Ibadah Minggu dan Hari-hari Raya diatur oleh Komisi Ibadah.
  3. Tata Ibadah:
    Tata Ibadah yang digunakan dalam Kebaktian-Kebaktian Jemaat ditetapkan oleh Persidangan Sinode GPIB, atau Tata Ibadah yang disusun sesuai dengan Rumpun Tata Ibadah GPIB yang berlaku.
  4. Kebaktian Pelayanan Sakramen:
    1. BAPTISAN KUDUS
      1. Baptisan Anak diadakan pada hari Minggu Kedua setiap bulan dan Hari Natal II. Namun bila ada permintaan dan memungkinkan untuk dilayani, maka dapat disesuaikan dengan kebutuhan Warga Jemaat.
      2. Baptisan Orang Dewasa (17 tahun keatas) bersamaan dengan Peneguhan Sidi yang didahului dengan pelayanan katekisasi khusus selama 3 – 6 bulan (sesuai kebutuhan)
      3. Pelayanan Baptisan Kudus didahului dengan percakapan pengembalaan bersama Majelis Jemaat, orang tua dan saksi. Demikian halnya dengan orang yang Baptis Dewasa.
    2. PERJAMUAN KUDUS
      1. Pelayanan Perjamuan Kudus diadakan 4 (empat) kali setahun yaitu:
        a. Hari Raya Jumat Agung
        b. Hari Minggu Pertama atau Kedua di bulan Juli (Ibadah Syukur Bulan Pelkes GPIB)
        c. Salah satu Hari Minggu di Bulan Oktober dalam rangka Perjamuan Kudus se Dunia.
        d. Salah satu hari Minggu Advent.
      2. Anggota Sidi Jemaat yang karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan menghadiri Perjamuan Kudus di Gedung Gereja, dapat dilayani secara khusus di rumah atau Rumah Sakit.
    3. KEBAKTIAN PEMBERKATAN NIKAH
      1. Ibadah Pemberkatan Nikah diadakan untuk meneguhkan warga Jemaat dengan berkat Allah sebagai Lembaga Kristiani yang disucikan oleh Kristus.
      2. Ibadah Pemberkatan NIkah dilakukan dengan memperhatikan persyaratan Catatan Sipil.
      3. Ibadah Pemberkatan Nikah dapat dilakukan bagi warga Jemaat/Gereja lain dengan Pelimpahan Pelayananan tertulis dari Pimpinan Jemaat/Gereja yang bersangkutan.
      4. Pemberkatan Nikah dari pasangan yang mana salah satu beragama Katolik, dapat dipakai Tata Ibadah/Liturgi yang disepakati bersama.
      5. Setiap Pemberkatan Nikah wajib didahului dengan percakapan Pastoral Pranikah kepada kedua Calon Mempelai. Suatu persiapan teknis bersama kedua calon mempelai diadakan paling lambat 1 hari sebelum pemberkatan.
      6. Pemberkatan Nikah harus diumumkan paling sedikit 2 (dua) minggu sebelumnya dalam Ibadah Hari Minggu.
      7. Pemberkatan Nikah dilayani oleh Pendeta Jemaat GPIB “Ekklesia” atau Pendeta GPIB lainnya dengan sepengetahuan dan persetujuan Majelis Jemaat.
  5. KEBAKTIAN PENEGUHAN
    1. Kebaktian Peneguhan dilaksanakan pada waktu:
      1. Peneguhan Sidi Gereja.
      2. Peneguhan Pelayan Firman dan Sakramen GPIB.
      3. Peneguhan Penatua/Diaken GPIB Ekklesia
      4. Peneguhan Pengurus Bidang Pelayanan Kategorial (BPK)
    2. Kebaktian Peneguhan didahului dengan percakapan penggembalaan.
    3. Kebaktian Peneguhan diumumkan 2 (dua) minggu sebelumnya dalam Ibadah Hari Minggu.
    4. Penumpangan tangan dalam peneguhan dilakukan oleh Presbiter, terkecuali Peneguhan Pendeta dilakukan hanya oleh Pendeta GPIB dan Pendeta-Pendeta yang diundang.
  6. KEBAKTIAN HARI RAYA
    1. Hari Raya Kristen
      1. Hari Raya Natal I dan II
      2. Hari Jumat Agung
      3. Hari Paskah
      4. Hari Kenaikan Tuhan Yesus
      5. Hari Pentakosta
    2. Hari Raya Gerejawi
      1. HUT GPIB, 31 Oktober
      2. HUT GPIB “EKKLESIA”, 24 Januari
      3. HUT BPK Pelayanan Anak, 6 September
      4. HUT BPK Persekutuan Teruna, 30 Januari
      5. HUT BPK Gerakan Pemuda, 15 Juli
      6. HUT BPK Persatuan Wanita, 18 Pebruari
      7. HUT BPK Persekutuan Kaum Bapak, 11 Juli
      8. HUT PGI, 25 Mei
      9. Hari Doa se-Dunia, Minggu II Maret
    3. Kebaktian Khusus
      1. Malam Natal, 24 Desember
      2. Malam Akhir Tahun, 31 Desember
      3. Tahun Baru, 01 Januari
    4. Kebaktian Hari Raya Nasional
      1. Hari Proklamasi, 17 Agustus.
  7. KEBAKTIAN LAIN-LAIN
    Kebaktian-kebaktian yang belum diatur dapat diselenggarakan menurut kebutuhan Jemaat, jika perlu Majelis Jemaat dapat menyelenggarakannya seperti:
    a. Kebaktian Bersama ke-5 BPK
    b. Kebaktian Malam Puji-pujian
    c. Kebaktian Penyegaran Iman
    d. Kebaktian Pengucapan Syukur
    e. Penelahan Alkitab dan Persekutuan Doa
    f. Dll
  8. KEBAKTIAN PEMAKAMAN
    1. Kebaktian Penghiburan, ketika jenazah masih disemayamkan.
    2. Kebaktian Pelepasan Jenazah diselenggarakan di rumah duka, ruang jenazah, khususnya Presbiter/Mantan Presbiter dilepas dari Gedung Gereja. Untuk Warga Jemaat dapat saja dilepas dari Gedung Gereja atas permintaan Keluarga.
    3. Kebaktian Pemakaman dilakukan di tempat Pemakaman (TPU).
    4. Kebaktian Pengucapan Syukur dilakukan setelah pemakaman, waktu disesuaikan dengan permohonan Keluarga.
    5. Kebaktian Pemakaman adalah Kebaktian Jemaat.
    6. Ibadah Pemakaman dapat dilakukan terhadap Warga Kristen bukan Anggota jemaat atas persetujuan PHMJ.
    7. Ibadah Pemakaman Kembali Kerangka Jenazah.
  9. KEBAKTIAN RUMAH TANGGA:
    Diselenggarakan secara bergilir dan dilaksanakan setiap hari Rabu.
  10. KEBAKTIAN PENGUCAPAN SYUKUR KELUARGA:
    Diselenggarakan oleh Majelis Jemaat atas permintaan Keluarga dan dilakukan di luar hari Rabu.
  11. PEMIMPIN KEBAKTIAN, TATA IBADAH dan NYANYIAN
    1. Pemimpin Kebaktian yang diatur/diselenggarakan oleh Jemaat dan Badan Pelaksana, harus diketahui Majelis Jemaat.
    2. Permintaan akan Pengkhotbah di Gereja maupun di Sektor Pelayanan diselenggarakan oleh Majelis Jemaat.
    3. Tata Ibadah yang dipakai adalah hasil Persidangan Sinode GPIB.
    4. Nyanyian yang digunakan dalam Kebaktian-kebaktian sesuai hasil ketetapan Persidangan Sinode GPIB atau telah diperiksa pertanggung jawaban makna teologinya oleh Pendeta Jemaat atau Pendeta GPIB apabila belum ditempatkan Pendeta Jemaat.

     

    BAB IV
    KESAKSIAN

    Pasal 8
    PEMBERITAAN FIRMAN

  1. Untuk Ketertiban Pemberitaan Firman, maka Pelayan Firman wajib mengenakan Jadwal Bacaan SGD, SGK atau SBU, untuk Ibadah Hari Minggu, KRT, Penelahan Alkitab, BPK GP, PW dan PKB, sedangkan untuk BPK PA dan PT menggunakan SBA dan SBT.
  2. Penatua / Diaken yang bertugas dalam Ibadah Minggu atau Melayani Firman dalam KRT /KPS wajib menghadiri persiapan dan Pembinaan Majelis bertugas demikian halnya dengan para Pelayan Firman di BPK.
  3. Selain apa yang diatur dalam ayat 1 dan 2 pasal ini, maka Pemberitaan Firman dapat saja menggunakan Nas Khotbah dari Alkitab asalkan sesuai dengan maksud kebaktian tersebut.

Pasal 9

Setiap kesaksian keluar dalam bentuk apa saja oleh fungsionaris Jemaat, baik secara perorangan maupun secara Persekutuan harus diketahui Majelis Jemaat sebagai Pimpinan Jemaat.

 

BAB V
PELAYANAN

Pasal 10
PENYELENGGARAAN PELAYANAN

  1. Penyelenggaraan Pelayanan Jemaat dilaksanakan dengan panggilan untuk:
    a. Menyaksikan tentang kasih Kristus di dalam Jemaat dan keluar kepada masyarakat.
    b. Melayani, baik dengan perkataan dan perbuatan.
  2. Penyelenggaraan Pelayanan dimaksud butir 1 pasal ini dilakukan secara perorangan atau  bersama melalui kebijakan dari Gereja.

Pasal 11
BENTUK-BENTUK PELAYANAN

  1. Pelayanan Sektor
    1. Untuk melayani anggota Jemaat sesuai tempat tinggal mereka, maka pelayanan dilakukan menurut Sektor tempat mereka berdomisili.
    2. Untuk ketertiban pelayanan Sektor, maka pembagian Sektor Pelayanan diatur melalui ketetapan Sidang Majelis Jemaat
  2. Pelayanan Kategorial
    1. Untuk penyelenggaraan Pelayanan Kategiorial, maka dibentuk Bidang Pelayanan Kategorial yang melayani Anak-anak, Teruna, Pemuda, Wanita dan Kaum Bapak, Kaum Lanjut Usia yang berumur 65 tahun ke atas atau disingkat LANSIA  dan Kategori lainnya yang perlu dikembangkan.
    2. Peraturan seluruh Pelayanan Kategorial dilaksanakan sesuai Tata Gereja GPIB yang berlaku.
  3.  

    BAB VI
    ORGANISASI

    Pasal 12
    PERTEMUAN WARGA SIDI JEMAAT

Pertemuan Warga Sidi Jemaat diatur dan dilaksanakan oleh Majelis Jemaat.

Pasal 13
RAPAT KERJA JEMAAT

Rapat Kerja Jemaat diatur dan dilaksanakan oleh Majelis jemaat.

Pasal 14
SIDANG MAJELIS JEMAAT

GPIB Ekklesia DKI Jakarta sebagai persekutuan mempunyai Sidang Majelis Jemaat

Pasal 15
BADAN PEMERIKSA PERBENDAHARAAN JEMAAT

Anggota Badan Pemeriksa Perbendaharaan Jemaat atau disingkat BPPJ dipilih dari Anggota Sidi Jemaat yang bukan anggota Majelis Jemaat atau Pengurus Badan Pelaksana/Pembantu dan ditetapkan oleh Majelis Sinode GPIB

Pasal 16
PELAKSANA HARIAN MAJELIS JEMAAT

  1. Pelaksana Harian Majelis Jemaat  atau disingkat PHMJ adalah pelaksana sehari-hari tugas kepemimpinan Majelis Jemaat GPIB “EKKLESIA” di DKI Jakarta.
  2. PHMJ dipilih oleh dan dari antara anggota Majelis Jemaat, melalui Sidang Majelis Jemaat dengan masa tugas 2,5 (dua setengah) tahun dan dapat dipilih kembali dan ditetapkan oleh Majelis Sinode GPIB, kecuali Ketua yang berkedudukan juga sebagai Pendeta/Ketua Majelis Jemaat yang  ditempatkan Majelis Sinode GPIB.
  3. Pemilihan PHMJ diadakan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah masa tugas PHMJ sebelumnya berakhir.
  4. Tata cara pemilihan, uraian tugas diatur dalam PPMJ tentang PHMJ.

Pasal 17
KOMISI, PANITIA, POKJA

Komisi, Panitia, Kelompok Kerja diatur dalam PPMJ tentang Badan Pelaksana dan Badan Pembantu Majelis Jemaat GPIB “EKKLESIA” di DKI Jakarta.

Pasal 18
PENGURUS BIDANG PELAYANAN KATEGORIAL

Pengurus Bidang Pelayanan Kategorial atau disingkat BPK dan hal-hal yang terkait dengan Peraturan yang mengatur dilaksanakan sesuai Tata Gereja GPIB yang berlaku.

Pasal 19

Sekretariat Jemaat yang merupakan pelaksana tugas Pelaksana Harian Majelis Jemaat diselenggarakan oleh Kantor Sekretariat Majelis Jemaat GPIB Ekklesia di DKI Jakarta.

Pasal 20

  1. Koordinator Sektor dan Sekretaris Sektor  ditetapkan oleh PHMJ atas usulan anggota Majelis Jemaat di Sektor yang bersangkutan.
  2. Dalam satu periode Kerja Majelis Jemaat (5 tahun) anggota Majelis Jemaat di Sektor membagi tugas dan bergantian memegang tugas selaku Koordinator dan Sekretaris Sektor.

 

BAB VII
HARTA MILIK DAN INVENTARIS

Pasal 21

Semua yang bergerak maupun yang tak bergerak dan yang berada di wilayah Pelayan Jemaat GPIB “EKKLESIA” di DKI Jakarta yang secara langsung maupun yang tidak langsung diatur oleh Majelis Jemaat GPIB Ekklesia adalah milik Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB).

Pasal 22
PENGGUNAAN DAN PENGAWASAN HARTA MILIK/INVENTARIS

  1. Semua harta dan inventaris yang dimaksud pada pasal 21 dan yang oleh Majelis Sinode GPIB dipercayakan penggunaannya kepada Majelis Jemaat wajib dipelihara dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
  2. Majelis Jemaat bertanggung jawab penuh atas pengawasan dan penggunaan harta milik/inventaris gereja.

 

BAB VIII
TATA LAKSANA ADMINISTRASI DAN KEUANGAN

Pasal 23
TATA LAKSANA ADMINISTRASI

Penertiban Tata Laksana Administrasi dalam Jemaat maupun Badan-Badan Pelaksana, diatur dalam ketetapan Majelis Jemaat.

Pasal 24
TATA LAKSANA KEUANGAN

Pengaturan Tata Laksana Keuangan dalam Jemaat baik dari Majelis jemaat kepada Badan-Badan Pelaksana/Pembantu, maupun sebaliknya diatur dalam PPMJ tentang Pengelolaan Perbendaharaan Jemaat.

 

BAB IX
PENYELESAIAN PERSOALAN DALAM JEMAAT

Pasal 25

Bila timbul masalah dalam Jemaat atau Majelis, maka Majelis Jemaat segera mengusahakan penyelesaian masalah tersebut dengan berpedoman pada dasar-dasar:

  1. Firman Tuhan, antara lain:
    Matius 5 : 44 – 45                                                Titus 2 : 7 – 8
    Roma 12 : 9 – 21, Roma 14 : 19                           I Tesalonika 5 : 14 – 22
    Galatia 6 : 1 – 5                                                   Yacobus 4 : 11 – 12
    Efesus 4 : 1 – 6, Efesus 5 : 1                                 I Petrus 3 : 8 – 12
    Filipi 2 : 1 – 11                                                     I Yohanes 2 : 9 – 14
    Kolose 3 : 12 – 17                                                I Yohanes 1 : 11
  2. Tata Gereja, Peraturan-peraturan GPIB yang berlaku serta PPMJ GPIB Ekklesia di DKI Jakarta.
  3. Sementara mengusahakan penyelesaian secara Gerejawi, maka Majelis Jemaat wajib memberitahukan soal tersebut kepada Majelis Sinode GPIB.

Pasal 26
CARA PENYELESAIAN MASALAH DALAM MAJELIS JEMAAT

  1. Bila timbul masalah dalam tugas Majelis Jemaat, maka Majelis Jemaat wajib mengusahakan penyelesaian ke dalam melalui Sidang Majelis Jemaat yang sebelumnya didahului percakapan-percakapan Pastoral oleh Pendeta Jemaat.
  2. Bila langkah penanganan dalam ayat 1 pasal ini tidak berhasil, maka Majelis Jemaat melalui Sidang Majelis Jemaat membentuk Panitia Penyelesaian yang terdiri dari beberapa orang warga Sidi Jemaat yang netral dan berwibawa untuk mengusahakan penyelesaian masalah tersebut dengan pendekatan sebagai berikut:
    1. Sementara penyelesaian diusahakan, setiap anggota Majelis Jemaat wajib menahan diri, dan membatasi masalah itu hanya di dalam tugas Majelis Jemaat.
    2. Panitia mengadakan rapat dibawah pimpinan salah seorang anggota yang duduk dalam Pantiia tersebut.
    3. Panitia menyelidiki secara objektif, fakta-fakta yang berhubungan dengan persoalan tersebut.
    4. Panitia dapat memanggil pihak-pihak yang berselisih secara sendiri-sendiri atau secara bersama-sama untuk menyelesaikan masalah tersebut.
    5. Hasil usaha Panitia tersebut dilaporkan kepada Sidang Majelis Jemaat.
  3. Bila langkah penanganan dalam ayat 2 pasal ini juga belum berhasil, maka Majelis Jemaat meminta bantuan Majelis Sinode GPIB untuk turut menyelesaikannya.
  4. Semua pihak dalam menghormati gereja, hendaknya taat kepada Majelis Sinode GPIB dengan beralasan janji jabatan.

Pasal 27
CARA PENYELESAIAN PERSOALAN ANTARA ANGGOTA MAJELIS JEMAAT DAN ANGGOTA JEMAAT

  1. Bila timbul persoalan antara anggota Majelis Jemaat dan anggota Jemaat, maka Majelis Jemaat wajib mengusahakan penyelesaian melalui Sidang Majelis Jemaat dan yang didahului dengan percakapan penggembalaan.
  2. Bila langkah pada ayat 1 tak berhasil, maka Sidang Majelis Jemaat membentuk Panitia Rekonsiliasi dan diharapkan masing-masing pihak wajib menahan diri.
  3. Bila cara penyelesaian pada ayat 1 dan 2 tidak berhasil juga, maka Majelis Jemaat dapat meminta bantuan Majelis Sinode GPIB.
  4. Semua pihak hendaknya taat kepada kebijaksanaan Majelis Sinode sesuai janji Jabatan dan janji Sidi.

 

BAB X
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 28
PERUBAHAN

  1. Peraturan Pelaksanaan ini hanya dapat dirubah melalui Sidang Majelis Jemaat dengan memperhatikan Tata Gereja dan Peraturan-peraturan GPIB yang berlaku.
  2. Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Pelaksana Majelis Jemaat ini, diatur dalam pentuk Pelaksana Majelis Jemaat, atau diatur dan ditetapkan oleh Sidang Majelis Jemaat.

Pasal 29
PEMBERLAKUAN

Peraturan Pelaksana Majelis Jemaat ini mulai diberlakukan sejak tanggal penetapannay oleh Sidang Majelis Jemaat dan kemudian disahkan oleh Majelis Sinode GPIB. 

 

Ditetapkan dalam Sidang Majelis Jemaat
GPIB "EKKLESIA" di DKI JAKARTA
Pada Tanggal: 1 Nopember 2004

Disahkan di oleh Majelis Sinode GPIB
Pada tanggal: 18 Nopember 2004

 

Sekretariat Jemaat

Jalan Kalibata Timur I/41
Jakarta Selatan - 12740
Telp./Fax: 021- 7974249

Liputan Kegiatan

Natal Diakoni - 2015

Natal Diakoni - 2015

31 Desember 2015

Natal PA - 2015

Natal PA - 2015

26 Desember 2015

Blog

"Spiritual Journey - Egypt"
Integritas

Integritas

Tri Esti Handayani, S.Th.

IHM Pelayanan Anak

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sektor I & II

Sektor I & II

Kel. Ign. Soetijoadi
Jl. Empang Tiga No. 5 RT.008/RW.02
Kompleks Transmigrasi
Kel. Pejaten Timur
Telp: 7994913

Sektor III

Sektor III

Kel. Wiryo Aminadi
Jl. Pengadegan Selatan III/18
RT.009/RW.04-Pengadegan
Telp. 7902328

Sektor IV

Sektor IV

Kel. T. Sianturi
Jl. Duren Tiga Barat IB No. 3
Kompleks POLRI-Duren Tiga
Telp. 7993943

Sektor V

Sektor V

Kel. Busono
Jl. Kalibata Tengah II No. 6
RT.001/RW.06
Komp. Pomad-Kalibata
Telp. 7975835

Sektor VI

Sektor VI

Kel. Soewignyo
Jl. Sahid No. 16, Pejaten Barat
Telp. 79792650