A+ A A-

  • Dilihat: 2118

"Spiritual Journey - Egypt"

Sedikit mengenai Mesir : Republik Arab Mesir, lebih dikenal sebagai Mesir, terletak di Afrika bagian timur laut. Luas wilayahnya sekitar 997.739 km² yang mencakup Semenanjung Sinai (dianggap sebagai bagian dari Asia Barat Daya), sedangkan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara.

Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, jalur Gaza dan Israel di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan ialah melalui Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur. Mayoritas penduduk Mesir menetap di pinggir Sungai Nil (sekitar 40.000 km²). Sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun Sahara yang jarang dihuni.

Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monumen kuno termegah di dunia, misalnya Piramid Giza, Sphinx, Kuil Karnak dan Lembah Raja serta Kuil Ramses. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah. 90% dari penduduk Mesir adalah penganut Islam, mayoritas Sunni dan sebagian juga menganut ajaran Sufi lokal. Sekitar 10% penduduk Mesir menganut agama Kristen; 95% dalam denominasi Koptik (Koptik Ortodoks, Katolik Koptik, dan Protestan Koptik).

Menarik untuk diperhatikan, bahwa Mesir merupakan tempat perlindungan (shelter place) bagi tokoh-tokoh Alkitab:
1. Abraham (Kej 12:10-20)
2. Yusuf (Kej 37:12-36)
3. Saudara-saudara Yusuf (Kej 42:1-38)
4. Yakub (Kej 46:1-34)
5. Musa (Kel 2:1-10)
6. Elia (1 Raj 19:1-8)
7. Yeremia (Yer 43:1-7)
8. Yesus (Mat 2:13-15)

Kami tiba di Cairo, pada tanggal 26 September 2012 (bertepatan dengan HUT saya... dari airport kami langsung mengitari kota Cairo dan sekitarnya, daerahnya sangat kering, berdebu dan kotor, gedung gedungnya juga berwarna tanah jadi memberi kesan yang muram.  Selesai berorientasi seputar kota Old Cairo, kami kemudian mengunjungi Ben Ezra Synagogue: tempat bayi Musa dihanyutkan ke Sungai Nil dan menghentikan tulah hujan es. Setelah itu kami mengunjungi Gereja Abu Sirga (St. Sargius Church) yang merupakan tempat tinggal keluarga kudus (Yusuf, Maria dan Yesus) selama di Mesir.

The Hanging Church ( Gereja Gantung) St. Virgin Mary merupakan salah satu gereja koptik tertua di Mesir pembangunannya bisa ditelusuri abad 3 Masehi, dibangun diatas 2 menara tua dari sebuah benteng tua yang disebut Benteng Babilonia yang bagian tengah gerejanya tergantung setinggi 29 anak tangga. Ketiga gereja yang disebutkan diatas terletak dalam satu kompleks gereja dan kompleks penduduk Mesir yang beragama Kristen.

Tak lupa kami mengunjungi papyrus shop untuk melihat cara pembuatan kertas pertama di dunia.

Kemudian, kami mengunjungi gereja yang penuh dengan mujizat, Gereja Simon the Tanner. Anggota gereja ini sebagian besar adalah ‘pemulung’, mengumpulkan sampah kemudian menjualnya.. Walaupun  profesi mereka pemulung, namun berkat Tuhan yang mereka alami luar biasa... Menurut cerita tour leader, yang sudah dibuktikan oleh arkeolog Mesir... gunung yang merupakan gereja mereka itu adalah gunung yang dipindahkan Tuhan dari satu tempat di Mesir ke tempatnya saat ini, melalui doa yang mereka panjatkan..terjadilah muzijat itu. Gunung tersebut saat ini diukir oleh mereka dengan indahnya. Mereka juga mempunyai satu ruangan yang isinya kursi roda, tongkat, dan beberapa benda yang menunjukkan kalau Tuhan membuat mujizat kepada anggota jemaat yang hadir yang meminta kesembuhan dariNya. Sungguh luar biasa mengagumkan dan menguatkan iman.....


Ukiran Maria dan bayi Yesus yang terukir sendiri (mujizat) berada dilangit gereja Simon the Tanner, Mukatam Egypt

Malam harinya kami dinner di Nil Cruise, kapal yang mengitari Sungai Nil dan disuguhi dengan tarian Mesir... Wooow... Di kapal ini juga, saya diberikan surprise oleh tour leader, yaitu kue ulang tahun dan dinyanyikan oleh semua orang yang berada diatas kapal... Thanks God, thanks Hero dan Mina... unforgettable moment merayakan ulang tahun di Mesir....

Nil CruiseNil Cruise
Nil Cruise

Keesokan harinya, kami dibangunkan pagi pagi... dengan password: 5.30 (bangun), 6.30 (breakfast), 7.30 (berangkat). Tujuan pertama kami adalah Parfum factory, pembuatan minyak narwastu dan mur. Dari cerita yang membuat minyak tersebut, saya baru tahu bahwa Mur yang dibawa oleh salah satu orang majus untuk bayi Yesus adalah Minyak yang berbau harum... Semua peserta tergoda untuk membeli minyak wangi (biang) ini: mur, narwastu, minth, almond,dll. Semua mempunyai khasiat tersendiri... Minyak-minyak ini tidak murah karena merupakan biang, 50ml seharga US$ 35.... Kami juga diberi kesempatan mengunjungi Cotton shop

Kemudian, kami mengunjungi salah satu simbol negara Mesir yaitu Pyramid Giza dan Sphinx, salah satu dari tujuh keajaiban dunia

Perjalanan selama di Mesir mengingatkan saya akan perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir yang di pimpin oleh Musa. Selepas kunjungan di Cairo, kami langsung menuju St. Catherine, kota di Pegunungan Sinai, melalui Terusan Suez. Melewati terusan Suez menandakan bahwa kami telah tiba di benua Asia setelah sebelumnya berada di benua Afrika....

Perjalanan dari Terusan Suez menuju St. Catherine, sejauh mata memandang hanya ada hamparan padang pasir dan gunung batu. Saya membayangkan bagaimana bangsa Israel berjalan di padang pasir tersebut.. Saat Tuhan menuntun mereka dengan tiang awan diwaktu siang dan tiang api di waktu malam... Saya juga membayangkan bagaimana situasi mereka berjalan di padang gurun pasir, cepat marah saat tidak ada air, saat tidak ada makanan..... Dengan merasakan suasana di padang gurun... dengan 1 hari saja, kami sudah merasa kepanasan, apalagi jika berjalan berhari-hari dan hanya melihat pasir dan gunung batu, sampai 40tahun....  Saya juga dapat merasakan apa yang diucapkan Daud, “bahwa Tuhan adalah gunung batuku, aku tidak akan takut..”.  Gunung batu di sepanjang pegunungan Sinai adalah gunung batu yang luar biasa tinggi, besar dan kokoh...

Kami tiba di St Catherine pada pukul 20 waktu Sinai... Mengingat perjalanan ziarah ini yang masih panjang, saya memutuskan untuk membatalkan mendaki Gunung Sinai yang dimulai pukul 01.00 pagi... walaupun pada akhirnya agak menyesal juga tidak bisa ikut mendaki... Suatu saat, saat kembali kesana, saya pasti akan mencapai puncak gunung Sinai....


Padang pasir dan gunung batu.... pegunungan Sinai

 


Morganland hotel, St Catherine                                                      Eilat, kota tourist di daerah pegunungan Sinai

 


Oase di padang pasir, Laut Merah Mesir